Skip to content
June 11, 2010 / mutiaranews

SITUS LIANGAN DI TEMANGGUNG

MENGUNGKAP KEHANCURAN MATARAM KUNO KARENA LETUSAN   GUNUNG MERAPI

Ditemukannya tulang-tulang manusia dan serpihan guci serta pondasi bangunan rumah yang diperkirakan sebagai tempat pemujaan Hindu yang  terkubur pasir vulkanik di Liangan desa Purbosari kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung belum lama ini merupakan pertanda bahwa ada kehidupan masyarakat yang ditengarai sebagai Masyarakat Hindu di jaman Kerajaan Mataram Kuno sekitar tahun 732 Masehi di abad ke 8. Pemerintah Kabupaten Temanggung akan membeli areal tersebut yang saat ini merupakan tempat penambang pasir. “Pembelian areal sesuai rekomendasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah untuk mengamankan Situs Liangan sekitar 6.000 meter persegi, namun dalam perkembangannya nanti dimungkinkan bisa mencapai 2 hektar,” kata Bupati Temanggung, Hasyim Afandi.

Situs Liangan sebenarnya sudah diketahui sejak 2008 ketika pertama ditemukan bebatuan candi oleh penggali pasir warga Liangan. Belakangan ketika pasir diambil makin dalam ternyata ditemukan lagi altar bangunan runtuh dan diperkirakan tempat itu adalah tempat pemujaan oleh masyarakat Hindu. Kini penggalian terus dilakukan dengan tetap mengamankan lokasi situs, sedangkan benda-benda purbakala yang ditemukan berupa tulang dan pecahan guci dibawa ke kantor BP3 Jawa Tengah untuk diteliti. Petugas dari Balai Arkeologi Yogyakarta juga menemukan potongan kayu yang sudah menjadi arang yang diduga sebuah tiang bangunan rumah tersebut.

Adanya benda-benda purbakala di Liangan itu memberikan gambaran bahwa ketika itu terdapat kehidupan masyarakat yang beragama Hindu. Hal ini tersirat dalam Prasasti Canggal (732 M) yang menyebutkan bahwa Raja Sanjaya adalah pendiri Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Sanjaya yang bertahta di Jawa Tengah. Raja Sanjaya mendirikan candi-candi untuk memuja Dewa Siwa. Sanjaya juga belajar agama Hindu Siwa dari para pendeta yang ia panggil. Sanjaya meninggal pada pertengahan abad ke-8 dan kedudukannya di Mataram digantikan oleh Rakai Panangkaran ((760-780), dan terus berlanjut sampai masa Dyah Wawa (924-928).

Peninggalan sejarah yang terdekat dengan Liangan adalah Candi Pringapus yang didirikan tahun 856 M yang beraliran Hindu Sekte Siwaistis. Candi ini terletak di desa Pringapus kecamatan Ngadirejo berjarak 5 km dari Liangan. Dengan demikian ada kesamaan aliran antara situs Pringapus dengan Liangan yang bisa ditarik garis pembenaran bahwa ketika itu adalah masa pemerintahan Raja Sanjaya hingga Dyah Wawa yang kemudian digantikan oleh Mpu Sindok (929) dari Dinasti Isyana dengan pusat pemerintahan pindah ke Jawa Timur pada abad ke-10.

Runtuh karena Vulkanik?

Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu atau sering juga disebut  Kerajaan Medang adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8, kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. Medang pada masa pemerintahan Mamrati (zaman Rakai Pikatan) dan pada masa  Poh Pitu (zaman Dyah Balitung) berpusat pemerintahan di wilayah Kedu. Wilayah Kedu ini diprediksikan mencapai eks Karesidenan Kedu dan terbukti banyak peninggalan candi seperti candi Borobudur, Mendut, Pawon dan Candi Dieng yang dibangun pada masa raja-raja dari Wangsa Sanjaya.

Agama resmi Kerajaan Mataram Kuno pada masa pemerintahan Sanjaya adalah Hindu aliran Siwa. Ketika Wangsa Sailendra berkuasa, agama resmi kerajaan berganti menjadi Buddha aliran Mahayana. Kemudian pada saat Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya berkuasa, agama Hindu dan Buddha tetap hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Masyarakat Mataram Kuno pada umumnya hidup dari bercocok tanam.  Tentang kehidupan keagamaan yang penuh toleransi ini bisa digambarkan dari Air Jumprit yang digunakan sebagai air suci bagi ummat Hindu di Candi Pringapus tetapi  diambil juga sebagai Air Suci ummat Buddha yang tiap tahun disakralkan di Candi Borobudur (bangunan suci Buddha Mahayana) pada peringatan Tri Suci Waisak.

Pemerintahan Wangsa Sanjaya di Mataram Kuno ini berakhir pada abad ke-10 digantikan Wangsa Isyana yang berkedudukan di Jawa Timur (929 M). Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno disebabkan oleh kekalahan perang ataukah karena proses vulkanik, masih menjadi dilema atas hasil penelitian para sejarawan. Jika melihat fakta sejarah bahwa benda-benda purbakala berupa candi-candi Hindu dan Budha tersebut ditemukan terkubur pasir dan abu vulkanik, maka bisa juga runtuhnya Mataram Kuno kemudian pindah ke Jawa Timur itu karena proses Vulkanik. Jika demikian maka gunung berapi yang terdekat dengan wilayah Kedu termasuk Liangan adalah Gunung Merapi dengan letusan dahsyatnya tahun 1006 M.

Sejarawan Labberton (1922) dan Bemmelen (1949) mengaitkan kemungkinan penyebab runtuhnya kerajaan tersebut dengan kejadian vulkanik. Mereka  berasumsi bahwa letusan pada tahun 1006 telah mengakibatkan perpindahan Kerajaan Mataram Hindu ke Jawa Timur. Lebih lanjut Bemmelen (1949) menghubungkan letusan tersebut dengan runtuhnya bagian puncak Merapi ke arah barat. Dijelaskan bahwa letusan besar tahun 1006 terjadi akibat pergerakan tektonik sepanjang sesar transversal yang menjadi dasar deretan Gunung Api dari Gunung Ungaran sampai gunung Merapi.

Diperkirakan gempa menyertai pergerakan tersebut dan merusak sebagian Candi Borobudur dan Mendut yang dibangun pada abad ke-9. Aktivitas tektonik ini diikuti dengan terjadinya longsoran Merapi dan letusan besar yang produk letusannya diperkirakan menutup candi-candi tersebut, merusak kehidupan Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, dan membendung aliran Kali Progo. Dengan menarik benang pembenaran sejarah ini maka situs Liangan yang terkubur pasir sedalam 4 – 6 meter bisa diasumsikan bahwa disitu terdapat kehidupan masyarakat Mataram Kuno yang kemudian terkubur bersama bangunan dan benda-benda perabotan rumahnya oleh lahar dingin hasil letupan gunung Merapi.

Tetapi ada versi lain yang mengungkap kehancuran Mataram Kuno. Di dalam prasasti Kalkuta yang ditemukan di India tahun 1041 yang juga dikenal dengan Prasasti Pucangan, dinyatakan bahwa telah terjadi bencana besar (pralaya) pada tahun 928 Saka (1006) akibat serangan Raja Wurawari dari Lwaram terhadap Kerajaan Mataram Hindu. Hal ini juga dikuatkan oleh Kern (1913) yang mengemukakan bahwa runtuhnya Kerajaan Mataram Hindu disebabkan oleh perang. Lalu, manakah yang benar?  Jika melihat kenyataan bahwa candi-candi Hindu – Budha peninggalam Mataram Kuno ketika ditemukan dalam posisi terkubur tanah dan pasir serta abu vulkanik, maka bisa diasumsikan runtuhnya Mataram Kuno periode Jawa Tengah adalah karena vulkanik utamanya akibat letusan dahsyat Gunung Merapi. –(Budhy HP)—

Pondasi rumah dari batuan vulkanik

June 11, 2010 / mutiaranews

Gelar Seni Musik SMA Negeri 2 Temanggung

JADIKAN SENI  MUSIK SEBAGAI PILIHAN WAJIB

Mata pelajaran Seni Musik merupakan salah satu pilihan bebas siswa SMA Negeri 2 Temanggung (SMADA), artinya siswa bebas memilih atau tidak memilih seni music ketika harus menentukan pilihan di kelas XII. Pelajaran kesenian di kelas X adalah seni music, kemudian kelas XI adalah seni rupa dan kelas XII harus memilih salah satu sebagai jurusan seni yang sesuai dengan bakat dan ketrampilan siswa. Trend mencipta lagu beserta aransemennyapun menjadikan siswa sibuk berkumpul dengan grupnya untuk mengarang lagu dan kemudian diuji dalam pentas music yang digelar di sekolah sebagai penilaian wajib.

Rata-rata tiap kelas terbentuk 5 – 6 kelompok. Tiap kelompok terdiri pemain gitar, vocal, bas, drum dan keyboard. Jika kekurangan anggota maka biasanya vocal merangkap memainkan gitar. Kegiatan pentas music di SMADA merupakan kalender rutin tiap tahun untuk penilaian wajib seni music. Tahun 2010 ini sedikitnya 40 kelompok music dari 7 kelas XII.  Dengan demikian jika siswa memilih seni music maka oleh kelompoknya “dipaksa” harus bias menjadi pemusik, entah gitar, drum, keyboard atau vokalis. “Kami sepakat untuk membagi sesuai bidangnya dan melakukan latihan rutin di studio sewaan untuk latihan pentasnya”, kata Fareza pemain drum dari salah satu kelompok.

Saat penilaian, tiap kelompok tampil dengan satu lagu bebas ciptaan sendiri. Aturan yang ada, lagu dan aransemen tidak boleh sama antara kelompok satu dengan lainnya. Sebelum pentas panggung, tiap kelompok wajib menyerahkan hasil rekamannya berbentuk video music. “biaya rekaman ini disediakan dari sekolah” kata guru seni music Afan Kharudi. Trend musiknya beraliran Indie, sehingga memberi kebebasan siswa untuk berkekspresi. Dengan adanya penilaian wajib seni music ini maka studio-studio rental laris disewa untuk latihan para siswa. “kami menyewa di rental studio per jam duapuluh ribu hingga tigapuluh ribu tergantung kualitas studionya” papar Anita yang mengalunkan lagu berjudul Dewi dalam penilaian wajib itu.

Suasana di SMADA pun menjadi marak dengan aneka lagu hasil ciptaan para siswa. Dan ternyata sempat menjadi hiburan segar bagi para guru termasuk Kepala Sekolah Drs. Suryanto yang ikut hadir menyaksikan. Event tahunan di SMADA juga digelar dengan label Tri Murti Music Festival. Yang ini memang kegiatan festival music antar kelompok di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan semangat berkreatif dan berkarya dalam seni music. Hasil karya mereka ternyata enak didengar, warna musiknyapun beragam ada yang pop, modern rock, dan pop-rock. Tetapi tidak dijumpai aliran dangdut, keroncong dan pop jawa.—(Budhy HP)—

June 11, 2010 / mutiaranews

KARYA WISATA SD NEGERI 2 JAMPIROSO TEMANGGUNG

MENGENAL DUNIA PEWAYANGAN DI PANDAWA WATER WORD

Slogan pariwisata Indonesia adalah Cintai Negerimu, Kenali Negerimu yang didukung dengan program Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 2010 (visit Indonesia Year 2010). Dalam prakteknya di Jawa Tengah akan dikembangkan menjadi Pariwisata Masuk Sekolah dengan tema Cintailah Jawa Tengah. Dalam mendukung dan menjabarkan prgram tersebut, SDN 2 Jampiroso Temanggung mengadakan karya wisata untuk siswa kelas VI dengan tujuan destinasi Pandawa Water Word di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah belum lama ini. “Ada pembelajaran tentang  dunia pewayangan Pandawa Lima sehingga kami mengajak siswa kesana”, kata Sri Laksitawati, S.Sos Kepala SDN2 Jampiroso.

Wahana permainan air sekarang menjadi trend bukan hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa. Banyak tempat wisata permainan air yang terkenal seperti Bumi Serpong Damai (BSD) di Banten, Wisata Bahari Lamongan di Jawa Timur, Pikatan Water Park di Temanggung, Owabong di Purbalingga dan lain sebagainya. Tetapi makna dari Kenali Negerimu adalah mengenal daerahnya sendiri terlebih dahulu sebelum daerah orang lain. Tujuannya agar bisa menjadi tuan rumah yang memberikan pelayanan memuaskan sesuai Sapta Pesona. Bagaimana bisa memberikan informasi kepada orang lain kalau tidak mengenali daerahnya sendiri. Itulah yang melatarbelakangi pariwisata masuk sekolah dan berharap para siswa dapat mengenal obyek-obyek wisata di Jawa Tengah.

Tentu harus dengan arahan dan bimbingan para guru agar dapat secara aklamasi memilih tujuan wisata di Jawa Tengah menjadi destinasi utama. Pilihan karya wisata SDN 2 Jampiroso Temanggung sangat berarti bagi siswanya untuk membekali diri dengan pengetahuan tentang Pandawa Lima. Ini nantinya menjadi tugas guru ketika melakukan evaluasi hasil kunjungan ke obyek wisata Pandawa  tersebut. Sebab pada saat siswa datang ke lokasi, yang ada dibenak mereka hanyalah bermain dengan suka cita. Tetapi ingatan mereka tidak akan lupa ketika di kelas guru memberikan komentar-komentar dan penjelasan bahkan tanya jawab dengan siswanya mengenai dunia pewayangan yang digambarkan di obyek wisata permainan air itu.

Di Pandawa Water World, siswa bisa menikmati berbagai wahana air. Di atas area 3,5 hektar ini tersedia banyak wahana permainan seperti Black Hole Slide, Raft Slide, Kresna Wave Pool, Bima Slide, Gatutkaca Bungy Tower and Pool dan masih banyak lagi. Kresna Wave Pool adalah permainan air yang paling disukai pengunjung. Karena di sana setiap satu jam sekali datang sebuah ombak. Tanpa harus pergi ke pantai para pengunjung bisa menikmati gulungan-gulungan air. Tak heran jika selama 15 hingga 20 menit saat ombak datang, semua berlari ke Kresna Wave Pool. Setelah air tenang, wahana ini kembali lengang.

Black Hole Slide, tak kalah menarik. Tempat ini didesain seperti gua. Untuk meluncur kesana, pengunjung akan memasuki sebuah terowongan mirip gua lengkap dengan stalakmit. Pengunjung yang melewati gua bisa meluncur di dalam pipa gelap sepanjang kurang lebih 500 meter. Replika gua ini bisa dipakai bersamaan, tak harus sendiri. Karena di sana disediakan tempat serta ban untuk penumpang single dan double. Meski terlihat menakutkan, namun banyak juga yang berminat. Teriakan selalu terdengar saat penumpang Black Hole Slide melewati jalur menegangkan tersebut.

Sesuai namanya, Pandawa Water World, Pandawa Lima diabadikan di sana. Melihat hiasan dalam kolam renang itu, terjadi perpaduan antara unsur modern dan tradisonal. Sebuah pembangunan tanpa meninggalkan unsur budaya. Pengunjung tak sekadar bermain dalam dunia air, tetapi melakukan apresiasi terhadap dunia pewayangan. Mengapa objek wisata ini menampilkan tokoh-tokoh pewayangan? ”Supaya anak-anak sedini mungkin dikenalkan dengan budayanya sendiri. Supaya mereka mencintai wayang, bukan mencintai spiderman atau superman,” kata Sri Laksitawati yang memperoleh informasi wisata dari Pandawa.

Bagi yang suka tantangan terjun dari ketinggian, disediakan Bungy Tower atau menara loncat. Dari menara setinggi 47 meter ini mereka yang gemar tantangan terjun dari tempat tinggi, bisa merasakan kenikmatan. Atraksi ini juga bagian dari test adrenalin. Kresna setinggi 37 meter nampak gagah menghiasi gua buatan yang di bawahnya dikitari genangan air kolam. Di sebelah kanannya, Satria Pringgodani Raden Gatotkaca dalam posisi terbang seakan turun dari angkasa. Di depan Gatotkaca, Bima alias Sena menggenggam gada Rujakpolo seolah-olah siaga menghadapi musuh. Itulah sekilas cerita Pandawa Lima dalam visualisasinya di obyek wisata air ini. –(Budhy HP)—

June 11, 2010 / mutiaranews

POKDARWIS “SENDANG ARUM” DESA TLAHAB

SAJIKAN ENEKA ATRAKSI BUDAYA SEBAGAI DAYA                  TARIK DESA WISATA

Atraksi Wisata merupakan bagian dari upaya menjadikan wisatawan merasa kerasan menikmati suguhan alam          di kawasan yang dikunjunginya. Setelah unsur-unsur Sapta Pesona ( Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah tamah, Kenangan) terpenuhi maka sajian atraksi wisata berupa kegiatan seni budaya, out bound, treking, menyusur sungai dan sebagainya akan menjadi pelengkap yang bisa membuat wisatawan merasa puas dan akhirnya akan datang kembali dengan mengajak wisatawan yang lain. Sajian atraksi berlabel “Asli dan Alami” itu dikemas oleh Kelompok Sendang Arum dan Jogorekso.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) SENDANG ARUM desa Tlahab kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung bersama dengan Lembaga Masyarakat  Desa Hutan (LMDH) “Jogorekso Community”  sepakat untuk membangun desanya menjadi tujuan wisata “Life In” di lembah  gunung Sumbing dan Sindoro. Nama Sendang Arum lahir karena potensi desa Tlahab yang memiliki banyak sumber air gunung dan dapat menyuguhkan panorama matahari terbit kawasan Posong serta Watu Kelir dengan pesona tebing batu berwarna pelangi.

Wisatawan mancanegara saat ini mengubah paradigm dari hotel bintang ke Life In atau back to nature. Mereka lebih suka tinggal di desa selama beberapa hari hidup menyatu dengan masyarakat. Mereka tinggal di rumah penduduk (home stay) dan makan bersama pemilik rumah dengan menu sehari-hari yang biasa disediakan di rumah tangga itu. “Nasi jagung dengan kluban urap dan ikan asin ternyata  membuat wisatawan merasa senang”, kata Yunianto Ketua Pokdarwis yang juga ketua Jogorekso Community.

Belum lama ini wisatawan dari Perancis juga memburu sun rice di Posong, bagian desa Tlahab yang memiliki panorama indah dengan sun rice-nya yang mempesona. Untuk membuktikan pesona itu Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Drs. Subekti Prijono harus meluangkan waktu untuk mendaki bukit sampai ke Posong pada pukul 04.00 WIB. Bukan sekedar melihat indahnya sun rise tetapi naluri fotografinya juga melahirkan foto-foto matahari terbit di Posong  yang memang layak  dikagumi wisatawan Perancis.

Selain sun rice Posong, Desa Wisata ini juga menyuguhkan atraksi wisata menarik yang bisa dibagi dalam 5 sampai 7 hari kunjungan dan menginap di home stay. Atraksi itu misalnya tobacco walk, pentas Kuda Lumping, Tari Sekar Gadung, trekking gunung Sumbing, pentas Rebana, melihat pengajian / Yasinan, pasar tradisoional, out bound di Watu Ambal, atraksi Pencak Silat Padepokan Sosro Jumantoro dan proses pembuatan makanan khas Joglo Tahun. “Kami sudah siapkan Home Stay yang layak dan paket wisata 7 hari Live In”, papar Yunianto yang juga pemandu wisata Dieng.

Kesurupan Masal

Wilayah desa Tlahab berada di lembah gunung Sindoro  dan Sumbing sehingga memiliki potensi mata air gunung yang cukup. Ada 9 mata air dengan debit air cukup besar. Satu diantaranya diambil airnya oleh PDAM Tirta Agung Temanggung untuk mencukupi kebutuhan air minum di Parakan dan Temanggung. Sembilan mata air tersebut biasa disebut “Sembilan Se”, yaitu Sedandang, Serandil, Sedukun, Sedowo, Sebelik, Segandul, Segambir, Seboto dan Seblorong. Masing-masing sumber air itu memiliki legenda sendiri-sendiri dan setiap tahun masyarakat mengadakan acara syukuran “bersih desa” yang dipusatkan di Sedandang.

Acara ritual itu diadakan setiap tanggal 10 bulan Muharam (Sura) dengan bentuk kegiatan selamatan dan pentas kesenian yang puncaknya dengan sajian Tari Sekar Gadung. Uniknya pada pentas SekarGadung ini terjadi kesurupan masal, bukan hanya seluruh pemain saja yang kerasukan roh tetapi juga penonton bahkan anak kecilpun bias kesurupan. Ada juga kepercayaan berebut jimat keselamatan berupa ornament sesaji dan air berkah Tuk Sedandang untuk menyiram tanaman di lahan pertanian mereka. “ Masyarakat tidak berani meninggalkan tradisi ini karena jika tidak dilaksanakan khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan kelangsungan hidup”,  papar Fajar, anggota Jogorekso Community.

Potensi wisata lainnya adalah peninggalan budaya Mataram Kuno. Di ladang penduduk terdapat batu prasasti yang ditulis oleh Belanda dengan angka tahun 1791. Masyarakat menyebutnya dengan Watu Ambal yaitu  tangga yang terbuat dari batu vulkanik sebanyak 200 trap (anak tangga) turun ke muara sungai. Disana ada Lingga dan Yoni sehingga tempat itu diperkirakan sebagai tempat meditasi serta keperluan ritual setelah kungkum di kali tempuk. Ada 7 sungai yang muaranya tempuk (ketemu) jadi satu di bawah Watu Ambal. Bagi yang percaya, kali tempuk merupakan tempat keramat untuk meditasi mendapatkan aura gaib.

Rencana kedepan terkait dengan sumber daya air yang cukup, masyarakat Desa Wisata Tlahab akan membudayakan pembuatan kolam ikan di setiap jengkal tanah. Debit air sangat melimpah bahkan saat ini air yang tidak dimanfaatkan dan kemudian disalurkan ke sungai cukup banyak. Jika setiap Kepala Keluarga memiliki satu kolam saja maka desa Tlahab akan memiliki sedikitnya 700 kolam. Jika tiap kolam panen ikan 50 kg saja maka sumber gizi dari ikan air tawar itu mampu menunjang program peningkatan gizi dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Jogorekso dan Sendang Arum kini tengah membudayakan kopi Arabika sebagai komoditi alternatif setelah tembakau. Pembibitan kopi dengan jumlah puluhan ribu pohon juga merupakan deversifikasi tanaman perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pokdarwis Sendang Arum juga menjadi wakil Kabupaten Temanggung dalam gelar Konvensi Sadar Wisata Jawa Tengah yang pelaksanaannya pada akhir Juni 2010 di Gedung Graha Bumi Phala Setda Kabupaten Temanggung. –(Budhy HP)—

pancuran dari “sembilan se”  untuk mandi warga masyarakat

Home Stay siap menerima wisatawan life in

Lingga dan Yoni di kawasan Watu Ambal

June 11, 2010 / mutiaranews

GELAR PEREKRUTAN TENAGA KERJA

SISWA SMK BERINTERAKSI LANGSUNG DENGAN PENYEDIA LAPANGAN KERJA

Gelar perekrutan langsung tenaga kerja untuk berbagai perusahaan dalam dan luar negeri yang dilakukan oleh penyedia lapangan kerja mendapat sambutan positif masyarakat terutama para pencari kerja yang selama ini belum mendapatkan pekerjaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Latihan Kerja Kabupaten Temanggung belum lama ini dan diikuti oleh puluhan stand perusahaan penyedia kerja dari Jakarta dan Malaysia. Bursa perekrutan tenaga kerja dengan label Job Fair ini berlangsung selama 2 hari belum lama ini dan berhasil merekrut 110 tenaga kerja untuk mengisi lowongan pekerjaan di berbagai rumah makan dan restauran di Jakarta serta pabrik elektronika di Malaysia.

Ajang perekrutan tenaga kerja tersebut juga dikunjungi oleh peserta didik SMK di Kabupaten Temanggung yang memang dikerahkan dari sekolahnya agar para siswa langsung berinteraksi dengan penyedia lapangan kerja. Tujuannya adalah agar para siswa memahami proses penyaluran tenaga kerja serta kualifikasi yang dibutuhkan. Lulusan SMK dipersiapkan secara mandiri mampu menjadi tenaga kerja terampil dan berkualitas serta profesional dalam melaksanakan pekerjaannya. Kemandirian itu dilandasi dengan pengetahuan yang mamadahi sesuai bidang dan jurusannya sehingga penyedia lapangan kerja tinggal memberdayakannya secara optimal sesuai jenis pekerjaan yang dikerjakan.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Kerja Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung SFK. Kuntjoro, SH, MM mengatakan, dengan berinteraksi langsung di bursa tenaga kerja maka para siswa SMK akan mempersiapkan mental dan pengembangan diri untuk bisa memenuhi persyaratan kualifikasi yang ditentukan oleh penyedia pekerjaan. “Mereka memiliki gambaran setelah lulus mau melamar kemana, bahkan sejak saat ini bisa dilakukan kerjasama untuk perekrutan tahun depan sehingga siswa lulus bisa langsung diterima di perusahaan yang membutuhkan”, paparnya.

Para siswa tidak sekedar mengetahui jenis lowongan yang dimungkinkan bisa dimasuki kelak, tetapi juga menerima penjelasan mengenai berbagai proses produksi dan pekerjaan yang harus dilakukan oleh tenaga kerja sesuai job yang ditawarkan. Forum ini bisa meningkatkan semangat belajar siswa SMK karena dengan mengetahui formasi-formasi yang kelak bisa dimasuki, maka minat belajar menjadi lebih kuat disertai harapan meraih nilai baik dan mudah diterima di tempat kerja yang sesuai. –( Budhy HP )—

June 11, 2010 / mutiaranews

Machine-D dari Temanggung

The Best Pop / R&B Act se Asia

Aliran musik Indie sebenarnya bukan hal baru, tetapi belakangan ini memang lagi “ngetrend” karena makin berkembangnya kreatifitas pemusik dan meningkatnya apresiasi generasi muda terhadap perkembangan music Indonesia.  Jenis music beraliran bebas ini awalnya mucul di Inggris Raya tahun 1980. Kemudian berkembang hingga gaungnya merebak diseluruh dunia. Dalam perkembangannya Indie melahirkan beberapa grup music  dengan berbagai aliran seperti Jungle Pop, Punk Rock, Post Punk dan Power Pop. Penampilan music Indie hanya menggunakan alat utama berupa Guitar, drumb, bass dan keyboard. Jika personil terbatas malah suara keyboard dan iringan lainnya direkam dulu melalui syntetyser sehingga output nya juga kompak dan sama dengan ketika dimainkan secara manual.

Di Temanggung sudah banyak anak muda berkreasi dalam Indie. Salah satunya adalah grup Machine-D. Grup ini berawal dari nama No Label,  lahir dari kreatifitas pemusik asal Temanggung. Aliran musiknya benar-benar menempatkan kebebasan ekspresi dalam pembuatan karyanya. Nama Machine-D melejit setelah pentas di Cirebon dalam sebuah event yang diselenggarakan oleh Radio ternama Sixteenhole. Dalam konser music indie bulan April 2010 tersebut lagu  Big Party dari Machine-D menduduki rangking pertama. Mereka para personil Machine-D adalah Dony (vocal+guitar), Bagus Poyink (bass), Bagus Bogel (drum) semuanya asli “wong Temanggung”. Kebersamaan dan kekompakannya cukup kuat, didukung sang motivator Don Hardono yang selalu mendampingi saat latihan maupun pentas.

Machine-D juga pentas dalam event AVIMA 2010 (Asia Pacific VOICE Independent Music Awards) dan masuk dalam 10 nominalis sebagai The Best Pop / R & B Act.  Kesepuluh nominalis AVIMA adalah Best Pop/R&B Song Cadennzza – I Want you, Best Pop/R&B Act, Machine D dari Temanggung – Risky Summerbee & The Honey Thief, Best Rock Song The Aftermiles – False alarm, Best Rock Group Ritmic Traumatic , Best Rock Vocalist Andre Helliano – The Aftermiles , Best Electro/ Dance Song Bottlesmoker – Phi- Vincent Vega covers , Best Electro/Dance Act Bottlesmoker , Moody melancholic masterpiece Airport radio – preambule Waiting – elemental gaze , The Bliss Award (Best song to play at a campfire) Ray d’sky – Nyaman, Feelgood Song of The Year, The Cadennzza – I want you The Aftermiles – False alarm, Most Mindblowing Music Video, Airport radio-Turun cahaya

Kreatifitas personil Machine-D dilandasi dengan kesungguhan untuk berekspresi tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Menurut Don Hardono, sesuai namanya, INDIE itu dari kata Independent, artinya mandiri, semuanya dilakukan sendiri dan bebas berkreasi. Jadi pemusik indie, melakukan record , pengeluaran album dan pemasaran sendiri tanpa produser dari studio-studio rekaman. Machine-D beralamat di kampung Sawahan Kedu Temanggung Contact Person : Don Hardono 081392363585

Perkembangan Indie

Di Indonesia perkembangan music indie cukup menggembirakan. Terbukti sampai saat ini telah lahir banyak grup beraliran bebas ini. Yang terkenal diantaranya adalah Mocca, Pure Saturday, White Shoes & The Couples Company, Ballads of the Cliché dan Sore. Karier grup masing-masing juga terus menanjak seiring dengan meningkatnya apresiasi masyarakat pecinta seni mucik terhadap aliran indie. Sebagai contoh karier Mocca semakin menanjak tidak hanya di dalam negeri, tetapi sampai ke Asia. Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang telah menikmati album mereka. Pada tahu 2005, Mocca menggelar konser di Singapura dan menampilkn The Rock Angels Band.

Mocca juga terlibat dalam pembuatan lagu soundtrack. Kuartet ini pernah mengerjakan soundtrack film “Catatan Akhir Sekolah” karya Hanung Bramantyo dan soundtrack sinetron TV “Fairish the Series”. Kemudian meluncurkan sebuah mini album berisi 6 lagu, 2 di antaranya berbahasa Indonesia. Di Temanggung kini banyak Studio music yang menyewakan propertynya dan ternyata sangat laris. Apalagi di SMP dan SMU/SMK banyak yang menempatkan seni musik sebagai mata pelajaran  pilihan wajib, maka para siswa berkreasi dalam aliran Indie. Di SMA Negeri 2 Temanggung misalnya, ada penilaian wajib pentas music kelas X. Event tahunan juga rutin dengan nama TMF ( Tri Murti Festival ). Dengan demikian siswa berlomba untuk mencipta lirik dan warna musiknya.

Para pemusik indie memilih kerja independen sebagai pilihan pertama dan yang utama. Selain memangkas birokrasi, kerja sendiri lebih efisien. Hampir semua dikelola sendiri, dan hanya distribusi album yang diserahkan kepada pihak yang lebih profesional. Memang awalnya, tak semua band yang baru terjun ke dunia musik paham apakah mereka mau berkarya sebagai indie atau masuk industri major label. Mereka lebih mementingkan karya musik yang sesuai dengan kualitas dan kapasitas diri. Musik indie merupakan pilihan, bukan sekadar menjadi transit menuju major label karena cara bekerja dan bermusik sangat merdeka tanpa tekanan dari industrialisasi musik populer. –( Budhy HP )-

June 11, 2010 / mutiaranews

MEGA APRILIA – DUTA JAWA TENGAH

PESERTA JAMBORE PEMUDA INDONESIA 2010 INGIN JADI PRESENTER

Menjadi presenter kondang siapa yang tidak bangga?. Seperti Choky Sitohan, Daniel, Rafi Achmad dan lainnya begitu menarik public pemirsa televisi saat berkespresi di panggung sebagai presenter. Tentu sebuah kebanggaan tersendiri baik bagi dirinya maupun keluarga dan orang-orang disekitarnya. Itulah obsesi Mega Aprilia, Gadis belia mahasiswi UKSW Salatiga yang kini terpilih sebagai peserta Jambore  Pemuda antar Provinsi se Indonesia 2010. Juara Intelegentia Duta Wisata Kabupaten Temanggung ini juga menjadi mitra perusahaan rokok ternama sebagai presenter di berbagai event di Jawa Tengah.

Mega, gadis berbintang Aries kelahiran Temanggung  25 April 1991 ini juga aktifis organisasi OSIS dan Pramuka yang prestasinya sempat membawa nama harum sekolahnya SMA Negeri 2 Temanggung tahun lalu. Namun ketika harus memilih kuliah, Mega tidak bias mengelak dari pilihan menjadi guru karena dukungan terbanyak keluarganya membawanya ke UKSW jurusan pendidikan. Kuliah selama 2 smester nilainya cukup bagus, tetapi jati dirinya mengatakan bahwa jadi guru bukan pilihan hatinya. “ Karena saya merasa tidak memiliki jiwa pendidik, maka saya  tinggalkan UKSW dan masuk MMTC Yogyakarta jurusan yang saya suka, Menajemen Produksi Pemberitaan” ungkapnya.

Pilihan Mega juga didukung dengan latar belakang kegiatannya yang selama ini berkecimpung didunia presenter dalam berbagai event. Di bulan Mei 2010 jadualnya padat tiap hari Minggu memandu acara Lomba Mancing di Wonosobo. Tidak tanggung-tanggung pesertanya datang dari berbagai daerah dan ikan yang dilombakan mencapai berat 7 kg per ekor. Belum lagi kegiatan sebagai peraga busana yang diadakan oleh Sanggar Busana Sekar Wangi dan job-job untuk menjadi pembawa acara juga sudah terjadwal dalam buku agendanya. Putri nomor tiga dari tiga bersaudara buah kasih pasangan Sumarlan dan Mursini ini juga memiliki bakat tari dan vocal. Ketrampilan itu mendukung predikatnya sebagai Duta Jateng dalam Jambore / Bakti Pemuda antar Propinsi se Indonesia 2010.

Gadis imut putri ketiga pasangan Sumarlan dan Mursini pengusaha rumah makan di Kranggan Temanggung ini segera berangkat ke Kalimantan Barat untuk mengikuti Jambore Pemuda se Indonesia. Dia bersama 23 putra-putri jateng terpilih menjadi Duta Pemuda Jateng dalam Pertukaran Pemuda antar Propinsi. Mereka perwakilan dari 35 kabupaten / kota akan dibekali dulu dengan berbagai ketramplan di Balai Latihan Kerja di Semarang. Bakat vocal dan tari yang mendukung prestasinya adalah penampilannya dalam gerak vocal dan tari Batak Tapanuli. Kenapa bukan tari Jawa ? “ Biar ada nuansa yang berbeda, karena kalau tari Jawa sudah banyak yang bisa menyajikannya”, paparnya.

Tentang kuliahnya, mantap Paskibraka Jawa Tengah ini sudah mantap meninggalkan UKSW dan memilih MMTC Yogyakarta karena jurusan Manajemen Pemberitaan sesuai dengan keinginan dirinya. Meskipun kakaknya sukses jadi guru dan sempat ikut pelatihan ke Singapura, tetapi Mega merasa hatinya tidak cocok jadi guru.  Setelah ikut ke Kalimantan Barat, Mega juga akan keliling Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara. Setelah itu kampus MMTC sudah menantinya untuk memulai kuliah awal smester satu dengan selempang yang disandangnya tetap menjadi tugas tak terpisahkan sebagai Duta Jateng dalam Jambore Pemuda antar Propinsi se Indonesia. –(Budhy HP)—

SI CANTIK, MEGA APRILIA

June 11, 2010 / mutiaranews

MENGENANG JATUHNYA METEOR DI TEMANGGUNG

Benarkah tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat ?

Jatuhnya meteor di ladang penduduk desa  Wonotirto  kecamatan Bulu,  beberapa waktu silam, dibarengi  suara gemuruh dan ledakan dahsyat, merupakan peristiwa alam yang langka dan menarik untuk diteliti. Tidak sempat memakan korban jiwa, namun ledakan bagai bom dahsyat itu menggemparkan penduduk karena penasaran. Setelah dilihat dari dekat ternyata ada lubang ditanah sedalam 30 x 30 cm dan ditemukan batu hitam sebesar kepalan tangan orang dewasa. Aparat terkait segera turun dan menyimpulkan bahwa itu adalah batu meteor yang jatuh dari angkasa.

Batuan meteor jatuh memang bukan hanya pernah terjadi di Temanggung. Peristiwa yang masih hangat dibenak pikiran adalah kejadian ledakan yang menimpa warga  di komplek perumahan Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur akhir April 2010. Dari dokumentasi jatuhnya meteor, hal serupa pernah terjadi di Pontianak tahun 2003 dan di Gianyar tahun 2007 yang semuanya jatuh di sawah. Desember 2004 hal yang sama juga menimpa warga Desa Jinjing, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang pada pukul 07.30 WIB dikagetkan suara ledakan keras di langit.

Dan masih banyak lagi kejadian serupa yang kalau diinventarisir jumlahnya mencapai puluhan kali dari tahun 1908 sampai 2010 dengan lokasi kejadian tersebar secara acak misalnya di Pulau Kangean Sumenep Jawa Timur, Rembang Jawa Tengah, Banten, Madiun, Kediri, Tambak Watu Jatim, Pontianak Kalimantan Barat serta beberapa tempat di Jawa Barat. Belum lagi yang jatuh di luar negeri seperti halnya jatuhnya meteorite Ochansk di Rusia pada tanggal 30 Agustus 1887 atau meteorite Sikhote-Alin yang jatuh di utara Wladiwostok, Siberia pada 12 Februari 1947 sempat diabadikan dalam bentuk sketsa pemandangan fireball dan horizon.

Adanya ledakan mengingatkan peristiwa di Tunguska di Siberia pada tanggal 30 Juni 1908. Sebuah meteor jatuh pagi hari seukuran bundaran Matahari melintas dari selatan utara dengan disertai ledakan yang sangat dahsyat. Meteor itu merebahkan pohon-pohon dalam radius 65 km. Bila ledakan di atas Jakarta dan Temanggung benar ada, maka para ahli menyimpulkan ledakan dimungkinkan berasal dari meteor. Yaitu berasal dari mekanisme gelombang tekanan udara yang ditimbulkan meteoroid yang bergerak cepat. Ledakan terjadi karena gesekan dengan atmosfir menimbulkan panas yang sangat tinggi sehingga membuat tekanan gas yang terkungkung dalam material meteoroid mempunyai tekanan yang sangat tinggi pula dalam tempo yang sangat singkat, dan bila tekanan tersebut melebihi ikatan material maka akan terjadi letupan besar.

FENOMENA yang berlangsung sangat cepat identik dengan ciri fenomena meteor. Umumnya berlangsung dalam tempo 1 sampai 3 detik. Meteor biasanya mempunyai ekor. Ekor meteor merupakan jejak yang ditinggalkan akibat zat yang mudah menguap tertinggal akibat panasnya, dan berakhir ketika seluruh batu meteoroid melebur dan menguap menjadi gas karena panas yang sangat tinggi. Terlihat sebagai kepala meteor yang cukup besar, dibanding dengan ekornya. Meteor merupakan fenomena masuknya meteoroid (batu ruang angkasa berukuran mikrometer hingga berukuran besar kurang dari 1 km di sekitar Bumi).

Di alam semesta ini setiap hari sekitar 100 ton material meteoroid memasuki angkasa Bumi, namun ukurannya sebesar debu sampai sebutir pasir sehingga peristiwa meteor jatuh sebesar debu dan pasir itu tidak menimbulkan ledakan dan praktis tidak menakutkan manusia. Umumnya fenomena meteor hanya tampak pada malam hari yang cerah tanpa cahaya Bulan. Namun beberapa asteroid yang berdiameter 1.5 km dapat menabrak Bumi dalam kurun waktu sekali dalam seratus atau seribu tahun. Lebih dari 150 kawah berdiameter 200 km bekas tabrakan dengan asteroid diidentifikasi di planet Bumi.

Pergeseran Tata Surya

Asteroid dalam tatasurya relatif bisa dekat dan berpotensi menabrak Bumi, berukuran diameter lebih besar dari 1 km memungkinkan terdeteksi dan diidentifikasi elemen orbitnya misalnya melalui teropong LINIEAR (Lincoln Near-Earth Asteroid Research), Spacewatch, LONEOS (Lowell Observatory Near-Earth Object Search), JSGA (Japanese Space Guard Association), CSS (Catalina Sky Survey), NEAT (Near Earth Asteroid Tracking) dan lainnya. Objek-objek dengan radius 1 km tersebut mempunyai skala terang di batas ambang toleransi kecerlangan langit ideal yaitu V = 23, sukar dicapai dengan kondisi langit di atas Observatorium Bosscha yang beberapa puluh kali lebih terang akibat polusi cahaya.

Setiap tahun sekitar 50 objek seukuran lebih dari 1 km menghampiri Bumi. Jalur orbit Bumi mengelilingi Matahari pada jarak 7.5 juta km atau sekitar sepertujuh kali jarak Bumi-Mars yang paling dekat seperti yang dicapai pada posisi Mars 29 Agustus 2003 yang lalu. Para ahli menyebutkan bahwa sekitar 300 objek diketahui telah menghampiri Bumi pada jarak 7,5 juta km tersebut. Hal inilah yang perlu diwaspadai, karena akan terjadi gangguan orbit dan bisa berakibat melempar objek itu hingga bertabrakan dengan planet Bumi. Itulah yang disinyalir sebagai meteor jatuh dan menimbulkan ledakan dahsyat dari angkasa hingga membuat luka di muka bumi sekitar 30 x 30 cm seperti yang terjadi di Temanggung yang kini diabadikan dengan dibangunnya Monumen Meteorit di desa Wonotirto.

Kiamat sudah dekat?

“Kiamat sudah dekat”. Kalimat  itu sempat menjadi judul sinetron yang dibintangi Deddy Miswar dan Sazkia Adia dan banyak mendapat simpati pemirsa. Kemudian yang belakangan jadi heboh ketika sebuah film berjudul 2012 beredar di Indonesia sempat diasumsikan bahwa kiamat akan terjadi tahun 2012 yang gambarannya seperti terjadi dalam cerita film tersebut. Itu mungkin dikaitkan dengan tanda-tanda jaman dimana banyak meteor jatuh, bahkan terjadi hujan meteor antara 20 – 22 April 2010, banyak terjadi gempa bumi, tsunami, kecelakaan pesawat terbang dan lain sebagainya yang diasumsikan sebagai tanda-tanda kiamat sudah dekat.

Sesungguhnya setiap makhluk hidup – apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan- memiliki tanda-tanda akan akhir kesudahan hidupnya di dunia. Misalnya tanda-tanda sudah dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit dan lemah serta pikun. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sedangkan tumbuhan tanda-tanda dekatnya kematian adalah warna daun menguning, kering, jatuh, lalu hancur dan mati. Musnah dan hancurnya manusia itu disebut kiamat kecil. Sedangkan kiamat besar adalah hancur dan musnahnya kehidupan alam semesta. Tentu juga memiliki tanda-tanda dekatnya kehancuran alam semesta ini.

Terjadinya kiamat yang artinya hancur leburnya bumi dan tata suryanya, adalah hal yang gaib. Hanya Allah saja yang tahu karena Dialah yang menentukan. Tidak satu pun dari makhlukNya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat. Jika kejadian-kejadian dahsyat itu merupakan salah satu tanda dekatnya kiamat, maka tentu saja saat terjadinya kiamat akan lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Dan Alquran banyak menyebutkan tentang hari kiamat. Bahwa Allah merahasiakan terjadinya hari kehancuran itu dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba.

Sebagaimana manusia, binatang dan tumbuhan, apa yang ada di langit dan di bumi termasuk bumi itu sendiri memiliki umur tertentu. Suatu ketika jika usia sudah uzur maka akan musnah pula keberadaannya. Dan para ahli Kitab mengemukakan bahwa sebelum kejadian kehancuran itu pasti ada tanda-tandanya. Ada tanda-tanda kecil kiamat, ada pula tanda-tanda besar kiamat. Tanda tanda kecil kiamat diataranya adalah banyak terjadi  perceraian, kematian mendadak,  banyak mushaf diberi hiasan (ornamen),   masjid-masjid dibangun megah-megah, berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak, berbagai peralatan musik dimainkan serentak, berbagai jenis minuman haram diminum manusia, perzinahan dilakukan terang-terangan, para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan), orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris), banyak perkelahian, pertumpahan darah dianggap ringan dan banyak manusia makan riba.

Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya diasumsikan alam semesta berada di ambang tanda-tanda besar Kiamat. Dari tanda kecil sampai tanda besar itu ada tanda penghubungnya. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Imam Mahdi adalah utusan Allah yang hadir ditengah manusia yang sudah sarat dengan masalah setelah tanda-tanda kecil kiamat sudah bermunculan semuanya.

Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa, tsunami, pergeseran lempengan bumi, munculnya gas beracun, lumpur dahsyat dan gunung meletus. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok.

Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini. Bahkan isi ruang angkasa sudah mulai membentur ke bumi dengan jatuhnya meteor yang sudah banyak terjadi di berbagai tempat. “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Jadi, apakah Kiamat sudah dekat ? Hanya Allah yang tahu. Manusia hanya diwajibkan untuk mempersiapkan diri akan datangnya kiamat itu dengan bekal amal sholeh, kebaikan, iman dan taqwa kepada Tuhan yang merajai bumi serta isinya seluruh semesta alam. Kelak Imam Mahdi akan menjadi Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia hanya diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan ketaatan kepada perintah Allah. Perang melawan kezaliman akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal.

Hadits Riwayat Muslim menyebutkan tanda besar kiamat adalah munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjaal (manusia penyebar fitnah yang dahsyat), Ya’juj dan Ma’juj ( orang-orang yang membabi buta membuat kerusakan dimuka bumi ), Dukhan (kabut asap), binatang pandai bicara, matahari terbit dari Barat, dan tiga gerhana (gerhana di Timur, Barat dan Jazirah Arab),  dan tanda terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar (hamparan luas tanpa batas yang berarti bumi dan langit telah hancur). –( Budhy HP )—

Monumen Meteorit yang dibangun AKPRIND Yogyakarta sebagai peringatan jatuhnya meteor di Temanggung

Gambar : Ledakan yang didengar warga masyarakat itu memberi dugaan kuat, meteor tersebut merupakan fireball (bola api) atau bolide, mungkin berasal dari mekanisme gelombang tekanan udara yang ditimbulkan meteoroid yang bergerak cepat dan menimbulkan panas sangat dahsyat sehingga menimbulkan ledakan. ( sumber : Departemen Astronomi FMIPA  ITB )

June 11, 2010 / mutiaranews

FILOSOFI AIR JUMPRIT DALAM WAISAK 2010

Prosesi pengambilan air di Umbul Jumprit  Desa Tegalrejo Kecamatan Ngadirejo Temanggung sebagai air suci Waisak merupakan rangkaian tak terpisahkan dalam peringatan Tri Suci Waisak yang puncak acaranya digelar di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jumat ( 28 / 5 ). Puja bakti dilakukan oleh para bikhu dari Dewan Sangha Walubi yaitu Sangha Theravada, Tantrayana dan Mahayana serta ummat Buddha berlangsung dengan khidmat di Sasana Puja Bakti Obyek Wisata Jumprit, Senin (24/5). Air suci jumprit langsung dibawa ke altar candi Borobudur untuk disakralkan pada saat detik-detik Waisak.

Hakekat peringatan waisak adalah memperingati tiga peristiwa suci bagi ummat Buddha (Tri Suci) yang jatuh pada hari yang sama yaitu kelahiran Sidharta Gautama, pencapaian penerangan sempurna di hutan Gaya, India tahun 588 SM dan wafatnya Sang Buddha. Peringatan itu ditandai dengan detik-detik Waisak pukul 06.07.03 dan saat itu ummat Budhha melakukan meditasi untuk mengenang sifat-sifat luhur Sang Budha. Ritual do’a juga dilakukan dalam acara puja bhakti di candi Mendut dan Borobudur oleh para Bikhu dengan membaca paritta, sutra dan mantra.

Air Jumprit merupakan bagian yang sangat sakral sebagai Air Suci Waisak untuk dibagikan kepada ribuan ummat yang memadati altar Borobudur. Rangkaian tak terpisahkan adalah pengambilan Api Alam dari Mrapen Kabupaten Grobogan yang juga dibawa ke altar Borobudur dan melengkapi Air Suci dari Jumprit. Air menurut filosofinya menggambarkan kesucian dan ketenangan bathin sedangkan api adalah gambaran dari sifat emosi manusia, hasrat dan semangat, yang membuat pancaran cerah dan menghapuskan suram menjadi terang bersahaja. Itulah yang disebut dengan Api Dharma yang melambangkan sifat kejujuran, keadilan dan kebijaksanaan yang semuanya dikendalikan oleh emosi.

Filosofi air menurut Suku Maybrat (Suku di Papua yang kental dengan filosofi dunia), bahwa manusia diibaratkan sebagai air yang tenang yang mana perlakuan mereka dapat dinilai dari karakter atau tabiat yang mengagumkan orang lain. Air yang tergenang / tenang mampu menerampungkan segala sesuatu yang terapung dalam waktu yang lama tanpa membasahi sekujur benda terapung itu. Namun air yang mengalir, tidak dapat menyimpang atau merampungkan benda – benda tersebut dalam waktu yang lama apalagi tanpa membasahi sekujur tubuhnya, dan air yang mengalir deras bukan hanya membasahi atau membawa segala sesuatu menjadi hilang tetapi juga membuat kebisingan dan tak ada seekor hewan sungai yang hidup disekitarnya.

Sedangkan filosofi api adalah sifat yang membakar,  bermakna manusia hidup hendaknya harus senantiasa bersemangat dalam meraih cita-cita, selalu berkobar gairah untuk mencapai yang terbaik. Sifat api yang selalu naik keatas, bermakna .dalam hidup manusia hendaknya selalu bercita-cita tinggi, jangan rendah diri, karena potensi kita jauh lebih besar dari hambatan yang ada. Sifat api yang panas, bermakna dalam kehidupan yang serba penuh masalah ini dibutuhkan banyak pemikiran, banyak aksi, sehingga kita tidak terbakar oleh masalah tapi kitalah yang mengendalikan masalah sehingga semuanya menjadi tenteram.

Ketua Walubi Siti Hartati Murdaya mengatakan, api ini melengkapi air suci yang telah disemayamkan di altar Candi Borobudur sebelum detik-detik waisak. Air dan api adalah sumber dari kehidupan. Air memiliki makna sejuk yang diharapkan bisa membuat hati manusia bersahaja, sedangkan api merupakan simbol penerangan dan kekuatan. “Setiap manusia membutuhkan penerangan dalam hidupnya untuk mencapai kebahagiaan” paparnya. Ketika api menimbulkan gejolak karena emosi tidak terkontrol, maka air dapat menyiramnya sehingga kehidupan kembali normal dan sejuk. Dengan demikian maka air suci dan api dharma dalam waisak adalah saling melengkapi menjadi satu kesatuan tak terpisahkan.

Menabur Kebajikan

Perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur yang dihiasi dengan 750 buah lampion dari Thailand dihadiri ribuan ummat Budhha merupakan atraksi wisata yang menarik di Candi peninggalan abad VIII ini. Megahnya Borobudur Jumat malam (28/5) itu ditunjang dengan pencahayaan yang optimal sehingga Borobudur terkesan mandi cahaya. Sebelum pelepasan lampion, umat Buddha dan para bhikku melakukan pradaksina atau menglilingi candi sebanyak tiga kali. Aneka warna lilin menghiasi altar utama yang marak dengan  buah-buahan, rangkaian bunga, dan patung Sang Buddha berwarna kuning emas. Waisak kali ini melibatkan sedikitnya 200 bikhu dari Taiwan, Thailand, Singapura, Malaysia, China, Inggris, dan Australia.

Tema peringatan kali ini adalah Menabur Benih Kebajikan, dengan dharma membangun karakter bangsa. Tema ini mengambil salah satu ajaran Buddha, bahwa setiap umat harus sebanyak mungkin berbuat baik kepada lingkungan sekitarnya dan hasilnya berupa kebajikan juga akan dipetik kelak. Salah satu perwujudannya adalah kegiatan melepas satwa yang dilakukan oleh Cetya Pelangi Ksitigarha. Acara Satwamocana ini dilandasi dengan paritta-paritta yang menandaskan bahwa mahaguru berkata diantara seluruh pahala perbuatan baik, pahala dari melepaskan satwa adalah pahala yang paling besar dan paling unggul, akan menambah kemakmuran dan berkah, karena melepaskan satwa berarti menyelamatkan nyawa makhluk hidup, pahalanya takterhingga.

Sepuluh larangan

Prosesi puja bakti dilakukan juga di Candi Mendut Jumat pagi ( 28/5) oleh para bikhu dan ummat Buddha. Usai puja bakti dilanjutkan perjalanan kirap dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Terdepan adalah pembawa Garuda, disambung panji-panji budha, pembawa kendi air suci dari Jumprit, barisan para bikhu dan diikuti ummat Buddha. Mereka semuanya membawa bendera kecil berhias warna merah, putih, biru dan kuning. Bukan sekedar hiasan kertas identitas tetapi warna itu memiliki makna yang diyakini mereka. Warna itu diambil dari sejarah Sidharta Gautama semasa kecil memiliki tiga kolam bunga teratai berwarna merah, biru dan putih. Sedangkan kuning adalah warna keagungan yang memencarkan kebersahajaan, kelembutan dan kasih sayang.

Sidharta Gautama adalah seorang Pangeran, putra dari Sri Baginda Raja Suddhodana dan ibunya adalah Ratu Mahamaya Dewi di wilayah Timur Laut, India.

Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai. Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala, diramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi seorang Chakrawartin (Maharaja Dunia) atau akan menjadi seorang Buddha. Pada saat berusia 7 tahun, Pangeran Siddharta di dalam istana mempunyai 3 kolam bunga teratai, yaitu Kolam Bunga Teratai Berwarna Biru (Uppala), Merah (Paduma) dan Putih (Pundarika).

Hidup dalam istana, Sidharta merasa tertekan batinnya. Akhirnya pada umur 29 tahun ia memutuskan untuk meninggalkan istana dan menjadi pengembara. Dalam pengembaraannya itu Sidharta bertapa di hutan Uruwella ditepi sungai Nairanjana yang mengalir ke hutan Gaya. Tempat pertapaannya kemudian pindah ke bawah pohon bodhi hingga usia 35 tahun dan disitulah mencapai pencerahan sempurna tepat pada bulan Purnama Raya di bulan Waisak. Pada saat mencapai Pencerahan Sempurna, dari tubuh Sang Siddharta memancar enam sinar Buddha (Buddharasmi) dengan warna biru yang berarti bhakti, kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan, merah yang berarti kasih sayang dan belas kasih, putih mengandung arti suci, jingga berarti giat dan campuran kelima sinar tersebut.

Buddha Gautama kemudian menyebarkan darma serta melakukan syiar agama Budhha bersama 5 pertapa yang mendampinginya. Dalam khotbah pertamanya ia mengikrarkan Empat Prasetya Cinta Kasih yaitu berusaha menolong semua makhluk, menolak semua keinginan nafsu keduniawian, mempelajari, menghayati dan mengamalkan Dharma dan berusaha mencapai Pencerahan Sempurna. Buddha Gautama juga melatih diri untuk melaksanakan amal kebajikan kepada semua makhluk dengan menghindarkan diri dari sepuluh tindakan yaitu pembunuhan, pencurian, perbuatan jinah, penipuan, pembicaraan fitnah, pengucapan kasar, percakapan tiada manfaat, kemelekatan, niat buruk dan kepercayaan yang salah.—(Budhy HP)—

Kirap Air Jumprit dari Candi Mendut ke Altar Candi Borobudur

Pemberkahan air suci waisak di Jumprit

June 11, 2010 / mutiaranews

MEMBANGUN IMAJINASI PUBLIK DENGAN “ROH PELESTARIAN BUDAYA”

FESTIVAL KESENIAN TRADISONAL DI TEMANGGUNG

Alunan musik gamelan yang begitu kompak dengan hentakan kendangnya terdengar nyaring dari kejauhan di seputar Taman Kartini Kowangan Temanggung. Sejak pagi hingga sore berganti-ganti irama dan warna musiknya. Namun semuanya bernuansa tradisional dan kerakyatan. Bukan sekedar irama music yang mantap tetapi kekompakan juga bisa dilihat langsung dari penampilan gerak tari para pemainnya yang begitu dijiwai dengan “roh pelestarian budaya”. Jiwa dan semangat dalam pentas itu dilandasai dengan keikhlasan untuk ikut membangun imajinasi publik bahwa kesenian tradisional merupakan aset budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan.

Suasana di Taman Kartini Temanggung selama 3 hari di akhir Mei 2010 itupun tak henti dengan hiruk pikuk  arus pengunjung yang ingin menyaksikan aneka kesenian tradisional itu. Gaung Festival Kesenian Tradisional menerobos pelosok desa sehingga masyarakat berdatangan untuk menonton atraksi gratis yang digelar oleh Sanggar Pareanom Temanggung. Meskipun anggaran kegiatan berasal dari Non Government (NGO) tetapi dukungan motivasi dari Dinas BUDPARPORA Kabupaten Temanggung cukup mendorong kinerja panitia festival. Pesertanyapun tidak tanggung-tanggung mencapai 67 grup kesenian se Kabupaten Temanggung. “Minat para pelaku kesenian untuk mengikuti festival sangat tinggi. Ini merupakan pertanda bahwa seni tradisional telah melekat dihati masyarakat”, papar Kepala Bidang Kebudayaan Drs. Didik Nuryanto.

Sedikitnya ada 14 jenis kesenian tradisional tercatat sebagai peserta festival. Sedangkan ketika digelar festival akbar tahun lalu, jumlah jenis kesenian memecahkan rekor MURI yaitu sebanyak 40 jenis. Tetapi ketika itu pentasnya dalam waktu yang bersamaan, sedangkan kegiatan festival saat ini pentasnya satu persatu masing-masing 30 menit sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk 67 peserta. Menurut jenisnya peserta festival yang tampil diantaranya Kuda Lumping, Kobrosiswo, Sorengan, Topeng Ireng, Warokan, Reogan, Gatholoco, Bangilun, Kuntulan, Lengger, Dayakan, Wulangsunu, Cakar Lele dan Prajuritan.

Penilaian pementasan kesenian terbaik bukan sekedar dilihat dari gebyarnya yang banyak diwarnai oleh kostum yang indah, baru maupun warna yang cerah, tetapi kesenian yang baik harus memenuhi criteria yang baku. Kriteria penilaian itu adalah penguasaan teknis media ekspresi dengan bobot 35%, kreatifitas 25%, tata gerak 15%, tata iringan / gending 15% dan tat arias – busana 10%. Dengan melihat komposisi itu maka kesenian yang baik bukan ditunjukkan oleh busana yang baik tetapi cenderung pada penguasaan teknis dan kreatifitas. “Jadi tidak benar adanya anggapan masyarakat bahwa kostum yang bagus pasti menang”, papar Didik sambil menambahkan kostum yang bagus bisa dibeli setelah gerak tari sudah dikuasai dengan profesional.

Tidak kesurupan

Penilaian versi penonton beda lagi, menurut Subandi yang mengaku maniak kuda lumping, dia lebih suka menonton pemain kuda lumping yang kesurupan. Alasannya banyak gerak tari yang lucu ketika pemain itu kesurupan. Bahkan ada adegan-adegan yang bikin penasaran karena pemain itu makan kaca neon bagaikan makan kerupuk. Ada pula yang mengupas kelapa cukup dengan kekuatan giginya. Terkadang gerak tarinya juga sangat menyerupai kera atau perilaku binatang lainnya. Tetapi itu semua tidak ditemui dalam festival karena sebelumnya sudah diadakan temu tehnik dan pemain kesurupan akan mendapat nilai rendah karena tidak memenuhi criteria penguasaan teknis dan kreatifitas.

Meski tidak ada atraksi kesurupan namun penampilan berbagai jenis kesenian yang dilakukan puluhan grup kesenian itu cukup membuat penonton kagum dan terhibur. “Ternyata di Temanggung banyak menyimpan potensi seni tradisional yang selama ini terpendam dan masyarakat tidak tahu karena jarang dipentaskan di tempat hiburan umum seperti ini”, komentar Wartono ketika menyaksikan penampilan Topeng Mas. Tari topeng yang kemudian disebut Topeng Ireng atau Topeng Ma situ menggambarkan suasan para abdi dalem keratin yang tengah menggembalakan kerbau piaraannya. Mereka mencari rumput, dimasukkan keranjang dan digendong . Semua bernuansa pedesaan yang dilambangkan dengan gerak dan tari atraktif.

Mengembangkan kreatifitas seni dalam budaya masyarakat memang butuh ketekunan. Seperti pepatah “tidak semudah membalik telapak tangan” karena menyangkut latar belakang pendidikan dan budaya mereka para pemain serta pembina kesenian di desa itu. Tetapi dengan sentuhan ketelatenan dan nuansa kekeluargaan seperti yang dilakukan Bidang Kebudayaan sebagai fasilitator dan motivator pengembangan seni budaya, maka lahirlah semangat berkesenian yang visualisasinya bisa dilihat melalui festival ini. Memang tidak hanya cukup dengan sumbangan tenaga para seniman tetapi juga membutuhkan biaya untuk membesarkan grup keseniannya.

Salah satu contoh yang harus diadakan dengan biaya mahal adalah pakaian kesenian. Harga sebuah kuluk / irah-irahan saja mencapai Rp. 600.000 per buah. Sedangkan pakaian kuda lumping yang disebut badong harganya sekitar Rp. 450.000 per buah. Kalau jumlah pemainnya dalam satu grup ada 15 orang maka tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Belum lagi kelengkapan lainnya termasuk alat music gamelan, kendang dan bahkan banyak yang mulai menggunakan keyboard. “Kreatifitas mereka mengalami perkembangan sangat menggembirakan”, papar Didik yang juga pimpinan Sanggar Pareanom.

Dari sejumlah jenis kesenian yang masuk dalam rekor MURI, yang perkembangannya paling cepat adalah kesenian Kuda Lumping sebagai tervaforit, kemudian musik religius Rebana dimana hampir 60 persen desa memiliki. Kesenian Dayakan dan Topeng Ireng juga makin berkembang, jumlahnya mencapai 14 grup. Meskipun kostum Dayakan dan Topeng Ireng tergolong mahal tetapi banyak yang menyukai pendirian grup ini karena penampilannya elegan dan ada unsur kreasi, modifikasi serta merupakan hasil karya yang dinamis.

Dari 67 peserta festival, 30 persennya adalah grup Kuda Lumping. Meskipun bukan kesenian khas Temanggung tetapi Kuda Lumping memang banyak digemari masyarakat. Di daerah lainpun Kuda Lumping banyak dijumpai dengan berbagai kreasinya masing-masing. Adapun hasil kejuaraan festival adalah Juara I Kuda Lumping Beksa Turangga desa Ngaditirto Selopampang, Juara II Bangilun Sri Lestari Kledung, Juara III Soreng Tunggul Putra desa Jetis Selopampang, Juara Harapan I Dayakan ( Topeng Ireng ) Cipta Manunggal Kecamatan Pringsurat, Juara Harapan II Kuda Lumping Asmara Tunggal desa Kemiri Kaloran dan Juara Harapan III Kuda Lumping Reksa Budaya desa Tlahab kecamatan Kledung. Mereka mendapat throphy dan uang pembinaan.—(Budhy HP)

Tari Bangilun

Tari Prajuritan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.