Skip to content
June 11, 2010 / mutiaranews

Machine-D dari Temanggung

The Best Pop / R&B Act se Asia

Aliran musik Indie sebenarnya bukan hal baru, tetapi belakangan ini memang lagi “ngetrend” karena makin berkembangnya kreatifitas pemusik dan meningkatnya apresiasi generasi muda terhadap perkembangan music Indonesia.  Jenis music beraliran bebas ini awalnya mucul di Inggris Raya tahun 1980. Kemudian berkembang hingga gaungnya merebak diseluruh dunia. Dalam perkembangannya Indie melahirkan beberapa grup music  dengan berbagai aliran seperti Jungle Pop, Punk Rock, Post Punk dan Power Pop. Penampilan music Indie hanya menggunakan alat utama berupa Guitar, drumb, bass dan keyboard. Jika personil terbatas malah suara keyboard dan iringan lainnya direkam dulu melalui syntetyser sehingga output nya juga kompak dan sama dengan ketika dimainkan secara manual.

Di Temanggung sudah banyak anak muda berkreasi dalam Indie. Salah satunya adalah grup Machine-D. Grup ini berawal dari nama No Label,  lahir dari kreatifitas pemusik asal Temanggung. Aliran musiknya benar-benar menempatkan kebebasan ekspresi dalam pembuatan karyanya. Nama Machine-D melejit setelah pentas di Cirebon dalam sebuah event yang diselenggarakan oleh Radio ternama Sixteenhole. Dalam konser music indie bulan April 2010 tersebut lagu  Big Party dari Machine-D menduduki rangking pertama. Mereka para personil Machine-D adalah Dony (vocal+guitar), Bagus Poyink (bass), Bagus Bogel (drum) semuanya asli “wong Temanggung”. Kebersamaan dan kekompakannya cukup kuat, didukung sang motivator Don Hardono yang selalu mendampingi saat latihan maupun pentas.

Machine-D juga pentas dalam event AVIMA 2010 (Asia Pacific VOICE Independent Music Awards) dan masuk dalam 10 nominalis sebagai The Best Pop / R & B Act.  Kesepuluh nominalis AVIMA adalah Best Pop/R&B Song Cadennzza – I Want you, Best Pop/R&B Act, Machine D dari Temanggung – Risky Summerbee & The Honey Thief, Best Rock Song The Aftermiles – False alarm, Best Rock Group Ritmic Traumatic , Best Rock Vocalist Andre Helliano – The Aftermiles , Best Electro/ Dance Song Bottlesmoker – Phi- Vincent Vega covers , Best Electro/Dance Act Bottlesmoker , Moody melancholic masterpiece Airport radio – preambule Waiting – elemental gaze , The Bliss Award (Best song to play at a campfire) Ray d’sky – Nyaman, Feelgood Song of The Year, The Cadennzza – I want you The Aftermiles – False alarm, Most Mindblowing Music Video, Airport radio-Turun cahaya

Kreatifitas personil Machine-D dilandasi dengan kesungguhan untuk berekspresi tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Menurut Don Hardono, sesuai namanya, INDIE itu dari kata Independent, artinya mandiri, semuanya dilakukan sendiri dan bebas berkreasi. Jadi pemusik indie, melakukan record , pengeluaran album dan pemasaran sendiri tanpa produser dari studio-studio rekaman. Machine-D beralamat di kampung Sawahan Kedu Temanggung Contact Person : Don Hardono 081392363585

Perkembangan Indie

Di Indonesia perkembangan music indie cukup menggembirakan. Terbukti sampai saat ini telah lahir banyak grup beraliran bebas ini. Yang terkenal diantaranya adalah Mocca, Pure Saturday, White Shoes & The Couples Company, Ballads of the Cliché dan Sore. Karier grup masing-masing juga terus menanjak seiring dengan meningkatnya apresiasi masyarakat pecinta seni mucik terhadap aliran indie. Sebagai contoh karier Mocca semakin menanjak tidak hanya di dalam negeri, tetapi sampai ke Asia. Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang telah menikmati album mereka. Pada tahu 2005, Mocca menggelar konser di Singapura dan menampilkn The Rock Angels Band.

Mocca juga terlibat dalam pembuatan lagu soundtrack. Kuartet ini pernah mengerjakan soundtrack film “Catatan Akhir Sekolah” karya Hanung Bramantyo dan soundtrack sinetron TV “Fairish the Series”. Kemudian meluncurkan sebuah mini album berisi 6 lagu, 2 di antaranya berbahasa Indonesia. Di Temanggung kini banyak Studio music yang menyewakan propertynya dan ternyata sangat laris. Apalagi di SMP dan SMU/SMK banyak yang menempatkan seni musik sebagai mata pelajaran  pilihan wajib, maka para siswa berkreasi dalam aliran Indie. Di SMA Negeri 2 Temanggung misalnya, ada penilaian wajib pentas music kelas X. Event tahunan juga rutin dengan nama TMF ( Tri Murti Festival ). Dengan demikian siswa berlomba untuk mencipta lirik dan warna musiknya.

Para pemusik indie memilih kerja independen sebagai pilihan pertama dan yang utama. Selain memangkas birokrasi, kerja sendiri lebih efisien. Hampir semua dikelola sendiri, dan hanya distribusi album yang diserahkan kepada pihak yang lebih profesional. Memang awalnya, tak semua band yang baru terjun ke dunia musik paham apakah mereka mau berkarya sebagai indie atau masuk industri major label. Mereka lebih mementingkan karya musik yang sesuai dengan kualitas dan kapasitas diri. Musik indie merupakan pilihan, bukan sekadar menjadi transit menuju major label karena cara bekerja dan bermusik sangat merdeka tanpa tekanan dari industrialisasi musik populer. –( Budhy HP )-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: