Skip to content
June 11, 2010 / mutiaranews

MENGENANG JATUHNYA METEOR DI TEMANGGUNG

Benarkah tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat ?

Jatuhnya meteor di ladang penduduk desa  Wonotirto  kecamatan Bulu,  beberapa waktu silam, dibarengi  suara gemuruh dan ledakan dahsyat, merupakan peristiwa alam yang langka dan menarik untuk diteliti. Tidak sempat memakan korban jiwa, namun ledakan bagai bom dahsyat itu menggemparkan penduduk karena penasaran. Setelah dilihat dari dekat ternyata ada lubang ditanah sedalam 30 x 30 cm dan ditemukan batu hitam sebesar kepalan tangan orang dewasa. Aparat terkait segera turun dan menyimpulkan bahwa itu adalah batu meteor yang jatuh dari angkasa.

Batuan meteor jatuh memang bukan hanya pernah terjadi di Temanggung. Peristiwa yang masih hangat dibenak pikiran adalah kejadian ledakan yang menimpa warga  di komplek perumahan Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur akhir April 2010. Dari dokumentasi jatuhnya meteor, hal serupa pernah terjadi di Pontianak tahun 2003 dan di Gianyar tahun 2007 yang semuanya jatuh di sawah. Desember 2004 hal yang sama juga menimpa warga Desa Jinjing, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang pada pukul 07.30 WIB dikagetkan suara ledakan keras di langit.

Dan masih banyak lagi kejadian serupa yang kalau diinventarisir jumlahnya mencapai puluhan kali dari tahun 1908 sampai 2010 dengan lokasi kejadian tersebar secara acak misalnya di Pulau Kangean Sumenep Jawa Timur, Rembang Jawa Tengah, Banten, Madiun, Kediri, Tambak Watu Jatim, Pontianak Kalimantan Barat serta beberapa tempat di Jawa Barat. Belum lagi yang jatuh di luar negeri seperti halnya jatuhnya meteorite Ochansk di Rusia pada tanggal 30 Agustus 1887 atau meteorite Sikhote-Alin yang jatuh di utara Wladiwostok, Siberia pada 12 Februari 1947 sempat diabadikan dalam bentuk sketsa pemandangan fireball dan horizon.

Adanya ledakan mengingatkan peristiwa di Tunguska di Siberia pada tanggal 30 Juni 1908. Sebuah meteor jatuh pagi hari seukuran bundaran Matahari melintas dari selatan utara dengan disertai ledakan yang sangat dahsyat. Meteor itu merebahkan pohon-pohon dalam radius 65 km. Bila ledakan di atas Jakarta dan Temanggung benar ada, maka para ahli menyimpulkan ledakan dimungkinkan berasal dari meteor. Yaitu berasal dari mekanisme gelombang tekanan udara yang ditimbulkan meteoroid yang bergerak cepat. Ledakan terjadi karena gesekan dengan atmosfir menimbulkan panas yang sangat tinggi sehingga membuat tekanan gas yang terkungkung dalam material meteoroid mempunyai tekanan yang sangat tinggi pula dalam tempo yang sangat singkat, dan bila tekanan tersebut melebihi ikatan material maka akan terjadi letupan besar.

FENOMENA yang berlangsung sangat cepat identik dengan ciri fenomena meteor. Umumnya berlangsung dalam tempo 1 sampai 3 detik. Meteor biasanya mempunyai ekor. Ekor meteor merupakan jejak yang ditinggalkan akibat zat yang mudah menguap tertinggal akibat panasnya, dan berakhir ketika seluruh batu meteoroid melebur dan menguap menjadi gas karena panas yang sangat tinggi. Terlihat sebagai kepala meteor yang cukup besar, dibanding dengan ekornya. Meteor merupakan fenomena masuknya meteoroid (batu ruang angkasa berukuran mikrometer hingga berukuran besar kurang dari 1 km di sekitar Bumi).

Di alam semesta ini setiap hari sekitar 100 ton material meteoroid memasuki angkasa Bumi, namun ukurannya sebesar debu sampai sebutir pasir sehingga peristiwa meteor jatuh sebesar debu dan pasir itu tidak menimbulkan ledakan dan praktis tidak menakutkan manusia. Umumnya fenomena meteor hanya tampak pada malam hari yang cerah tanpa cahaya Bulan. Namun beberapa asteroid yang berdiameter 1.5 km dapat menabrak Bumi dalam kurun waktu sekali dalam seratus atau seribu tahun. Lebih dari 150 kawah berdiameter 200 km bekas tabrakan dengan asteroid diidentifikasi di planet Bumi.

Pergeseran Tata Surya

Asteroid dalam tatasurya relatif bisa dekat dan berpotensi menabrak Bumi, berukuran diameter lebih besar dari 1 km memungkinkan terdeteksi dan diidentifikasi elemen orbitnya misalnya melalui teropong LINIEAR (Lincoln Near-Earth Asteroid Research), Spacewatch, LONEOS (Lowell Observatory Near-Earth Object Search), JSGA (Japanese Space Guard Association), CSS (Catalina Sky Survey), NEAT (Near Earth Asteroid Tracking) dan lainnya. Objek-objek dengan radius 1 km tersebut mempunyai skala terang di batas ambang toleransi kecerlangan langit ideal yaitu V = 23, sukar dicapai dengan kondisi langit di atas Observatorium Bosscha yang beberapa puluh kali lebih terang akibat polusi cahaya.

Setiap tahun sekitar 50 objek seukuran lebih dari 1 km menghampiri Bumi. Jalur orbit Bumi mengelilingi Matahari pada jarak 7.5 juta km atau sekitar sepertujuh kali jarak Bumi-Mars yang paling dekat seperti yang dicapai pada posisi Mars 29 Agustus 2003 yang lalu. Para ahli menyebutkan bahwa sekitar 300 objek diketahui telah menghampiri Bumi pada jarak 7,5 juta km tersebut. Hal inilah yang perlu diwaspadai, karena akan terjadi gangguan orbit dan bisa berakibat melempar objek itu hingga bertabrakan dengan planet Bumi. Itulah yang disinyalir sebagai meteor jatuh dan menimbulkan ledakan dahsyat dari angkasa hingga membuat luka di muka bumi sekitar 30 x 30 cm seperti yang terjadi di Temanggung yang kini diabadikan dengan dibangunnya Monumen Meteorit di desa Wonotirto.

Kiamat sudah dekat?

“Kiamat sudah dekat”. Kalimat  itu sempat menjadi judul sinetron yang dibintangi Deddy Miswar dan Sazkia Adia dan banyak mendapat simpati pemirsa. Kemudian yang belakangan jadi heboh ketika sebuah film berjudul 2012 beredar di Indonesia sempat diasumsikan bahwa kiamat akan terjadi tahun 2012 yang gambarannya seperti terjadi dalam cerita film tersebut. Itu mungkin dikaitkan dengan tanda-tanda jaman dimana banyak meteor jatuh, bahkan terjadi hujan meteor antara 20 – 22 April 2010, banyak terjadi gempa bumi, tsunami, kecelakaan pesawat terbang dan lain sebagainya yang diasumsikan sebagai tanda-tanda kiamat sudah dekat.

Sesungguhnya setiap makhluk hidup – apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan- memiliki tanda-tanda akan akhir kesudahan hidupnya di dunia. Misalnya tanda-tanda sudah dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit dan lemah serta pikun. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sedangkan tumbuhan tanda-tanda dekatnya kematian adalah warna daun menguning, kering, jatuh, lalu hancur dan mati. Musnah dan hancurnya manusia itu disebut kiamat kecil. Sedangkan kiamat besar adalah hancur dan musnahnya kehidupan alam semesta. Tentu juga memiliki tanda-tanda dekatnya kehancuran alam semesta ini.

Terjadinya kiamat yang artinya hancur leburnya bumi dan tata suryanya, adalah hal yang gaib. Hanya Allah saja yang tahu karena Dialah yang menentukan. Tidak satu pun dari makhlukNya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat. Jika kejadian-kejadian dahsyat itu merupakan salah satu tanda dekatnya kiamat, maka tentu saja saat terjadinya kiamat akan lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Dan Alquran banyak menyebutkan tentang hari kiamat. Bahwa Allah merahasiakan terjadinya hari kehancuran itu dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba.

Sebagaimana manusia, binatang dan tumbuhan, apa yang ada di langit dan di bumi termasuk bumi itu sendiri memiliki umur tertentu. Suatu ketika jika usia sudah uzur maka akan musnah pula keberadaannya. Dan para ahli Kitab mengemukakan bahwa sebelum kejadian kehancuran itu pasti ada tanda-tandanya. Ada tanda-tanda kecil kiamat, ada pula tanda-tanda besar kiamat. Tanda tanda kecil kiamat diataranya adalah banyak terjadi  perceraian, kematian mendadak,  banyak mushaf diberi hiasan (ornamen),   masjid-masjid dibangun megah-megah, berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak, berbagai peralatan musik dimainkan serentak, berbagai jenis minuman haram diminum manusia, perzinahan dilakukan terang-terangan, para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan), orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris), banyak perkelahian, pertumpahan darah dianggap ringan dan banyak manusia makan riba.

Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya diasumsikan alam semesta berada di ambang tanda-tanda besar Kiamat. Dari tanda kecil sampai tanda besar itu ada tanda penghubungnya. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Imam Mahdi adalah utusan Allah yang hadir ditengah manusia yang sudah sarat dengan masalah setelah tanda-tanda kecil kiamat sudah bermunculan semuanya.

Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa, tsunami, pergeseran lempengan bumi, munculnya gas beracun, lumpur dahsyat dan gunung meletus. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok.

Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini. Bahkan isi ruang angkasa sudah mulai membentur ke bumi dengan jatuhnya meteor yang sudah banyak terjadi di berbagai tempat. “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Jadi, apakah Kiamat sudah dekat ? Hanya Allah yang tahu. Manusia hanya diwajibkan untuk mempersiapkan diri akan datangnya kiamat itu dengan bekal amal sholeh, kebaikan, iman dan taqwa kepada Tuhan yang merajai bumi serta isinya seluruh semesta alam. Kelak Imam Mahdi akan menjadi Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia hanya diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan ketaatan kepada perintah Allah. Perang melawan kezaliman akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal.

Hadits Riwayat Muslim menyebutkan tanda besar kiamat adalah munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjaal (manusia penyebar fitnah yang dahsyat), Ya’juj dan Ma’juj ( orang-orang yang membabi buta membuat kerusakan dimuka bumi ), Dukhan (kabut asap), binatang pandai bicara, matahari terbit dari Barat, dan tiga gerhana (gerhana di Timur, Barat dan Jazirah Arab),  dan tanda terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar (hamparan luas tanpa batas yang berarti bumi dan langit telah hancur). –( Budhy HP )—

Monumen Meteorit yang dibangun AKPRIND Yogyakarta sebagai peringatan jatuhnya meteor di Temanggung

Gambar : Ledakan yang didengar warga masyarakat itu memberi dugaan kuat, meteor tersebut merupakan fireball (bola api) atau bolide, mungkin berasal dari mekanisme gelombang tekanan udara yang ditimbulkan meteoroid yang bergerak cepat dan menimbulkan panas sangat dahsyat sehingga menimbulkan ledakan. ( sumber : Departemen Astronomi FMIPA  ITB )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: